21September2017

Home هيا بنا نتعلم اللغة Membuka Tabungan ( فتح حساب التوفير)

72 YEARS RRI

 

 


 

Membuka Tabungan ( فتح حساب التوفير)

ايها المستمعون الكرامالتقى بكم  من جديد فى برنامجكم برنامج هيا بنا نتعلم اللغة  الاندونيسية  الذي يأتيكم من القسم العربي في  صوت اندونيسيا من جاكرتا خلال حلقة  اليوم سوف نطلعكم على حوار بعنوان  Membuka Tabunganالذى يعنى باللغة العربية فتح حساب التوفير.

…….♪♪♪♪♪……

ساعرفكم على  المفردات و التعبيرات المتصلة بموضوعنا لهذا اليوم

 

Besok Siang

 بعد ظهر الغد

Waktu luang

 وقت فارغ 

Menemani

 رافق

Bank

 بنك

Kantor

مكتب

Pertama-tama

اولا

Mempersiapkan

 اعد

Persyaratan

 شروط

Kartu identitas

 بطاقة التعريف 

Kartu tanda penduduk (KTP)

بطاقة الإقامة

Surat Izin Mengemudi (SIM)

 رخصة القيادة

Diperlukan

 حاجة الى

Kartu Keluarga

بطاقة الاسرة

Nomor Pokok Wajib Pajak

رقم الهوية لدافع الضرائب

 

……….♪♪♪♪♪……

 أيها المستمعون الكرام بدرس اليوم نستمع الى حوار بين كل من نيتا و Dewi  امام المنزل.

 

A:

Apakah kamu besok siang ada waktu luang?

 

Apakah kamu bisa menemani saya ke bank?

 

Saya mau membuka tabungan di bank dekat kantor.

هل عندك وقت فارغ  بعد ظهر الغد؟

 

 

هل يمكنك ان ترافقني الى بنك؟

  

اريد فتح حساب التوفير فى البنك القريب من الاذاعة

 

B

 

Ya,  bisa. kamu harus mempersiapkan dulu persyaratannya.

 

 

نعم يمكن. يجب اولا عليك ان تلبي  الشروط

A

Apa saja persyaratannya?

 ما هى الشروط؟

 

B

 

Persyaratannya adalah kartu identitas diri seperti

 

Kartu tanda penduduk (KTP) atau Surat Izin mengemudi (SIM)

 

Pada bank tertentu diperlukan kartu keluarga atau Nomor Pokok Wajib Pajak.

 

Lebih baik semua di foto copy saja dulu.

 

الشروط هى بطاقة التعريف مثلا

 

 

بطاقة الإقامة  او رخصة القيادة

 

فى البنك المعين انت في حاجه  ايضا  الى بطاقة الاسرة او رقم الهوية لدافع الضرائب.

 

 

الأفضل ان  تصنع نسخة من  كل الوثائق  أولا.

Baiklah , terima kasih, sampai besok ya.

 

حسنا, شكرا لك. الى اللقاء غدا.

 ♪♪♪♪♪………

هذا قد استمعتم الى برنامج هيا بنا نتعلم اللغة الاندونيسية لهذا اليوم . عسى ان يكون مفيدا لكل  الذين يرغبون  فى معرفه اكثر عن اللغة الاندونيسية. شكرا على اهتمامكم. الى اللقاء .Sampai jumpa

 

 

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Saudara, jumpa kembali dengan saya…........ dalam acara Fokus. Tema Fokus hari ini adalah,  Indonesia dan Thailand sepakat kerjasama di berbagai bidang.Tetaplah bersama kami di www.voi.co.id. 

 

Saudara pendengar,..

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno LP Marsudi menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Kerajaan Thailand Don Pramudwinai di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Februari 2016. Ini merupakan kunjungan pertama kali Don Pramudwinai ke Indonesia usai dilantik menjadi Menteri Luar Negeri.

Pertemuan antara Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dengan Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai yang dilangsungkan dalam suasana hangat dan bersahabat  membahas berbagai kerjasama. Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, pada pernyataan pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Kerajaan Thailand, Don Pramudwinai, seusai pertemuan di kantor Kementerian Luar Negeri, Kamis mengatakan, Indonesia dan Thailand sepakat  terus mempererat kerjasama kedua negara di berbagai bidang antara lain kerjasama  perbatasan maritim, ekonomi, Industri, dan  pemberantasan terorisme.  

Dalam pembahasan kerjasama  perbatasan maritim, kedua  negara  sepakat  mempercepat pembahasan untuk penetapan batas Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) kedua negara.  Retno Marsudi  mengatakan,  pembahasan tersebut rencananya akan dibahas dalam kuartal pertama tahun 2016.  Sebelumnya kedua negara melakukan pertemuan konsultasi informal  pada tanggal  23 April 2015 setelah sempat terhenti dari tahun 2003.  

Dalam kerjasama bidang ekonomi, Menurut Retno Marsudi,   pihaknya  bersama   Don Pramudwinai,    juga menekankan perlunya peningkatan kerjasama di sektor ekonomi kedua negara. Retno menjelaskan, nilai perdagangan kedua negara pada tahun 2015 hanya mencapai 12,6 milliar dolar, sementara pada tahun 2014 mencapai 14,5 milliar dolar.  Sebagai salah satu upaya meningkatkan hubungan perdagangan dengan Thailand yang menurun pada tahun 2015 lalu, ungkap Retno, Indonesia menawarkan pesawat jenis "rain-making aircraft" C212400 produksi PT Dirgantara Indonesia kepada pemerintah Thailand. Thailand pernah membeli pesawat dari PT Dirgantara untuk operasi kepolisiannya.

Sementara,Menteri Luar Negeri Thailand Don Panudwina  menetapkan target pertumbuhan ekonomi bagi kedua negara sekitar  18 juta dolar Amerika Serikat, atau 20 juta dolar Amerika Serikat untuk periode 2016.

Menteri Luar Negeri Thailand, Don Pramudwinai menyetujui penyelesaian persoalan di bidang perikanan bersama Indonesia dalam jangka panjang. Isu-isu mengenai perikanan ini juga dibahas selama Don Pramudwinai bertemu dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Susi Pudjiastuti. Mereka berjanji melakukan kerja sama untuk memerangi pencarian ikan secara tidak sah (illegal fishing). Don menyampaikan usul mengenai langkah-langkang jangka pendek dan jangka panjang dalam mengatasi persoalan tersebut. Untuk jangka pendek, pejabat tinggi Indonesia akan menggelar pertemuan di Thailand, sedangkan untuk jangka panjang akan dibuat kontrak penanaman modal bersama dalam industri perikanan di Indonesia.

Menteri  Luar Negeri  Retno Marsudi menambahkan,  pihaknya juga sepakat  meningkatkan kerjasama dalam membasmi kejahatan lintas negara.  Peningkatan kerja sama untuk memberantas kejahatan terorganisasi lintas negara  akan meliputi beberapa aspek, termasuk pemberantasan terorisme, ekstremisme, serta penyelundupan dan perdagangan narkotika dan imigran gelap.  

Tidak hanya  isu tersebut, Indonesia dan Thailand juga sepakat  saling dukung dalam pencalonan sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan  PBB. Menurut  Retno Marsudi, pihaknya setuju mendukung Thailand menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan  PBB pada periode 2017-2018 dan Thailand setuju mendukung Indonesia  menjadi  anggota tidak tetap Dewan Keamanan  PBB  tahun 2019-2020.

 Don Pramudwinai  menjelaskan, kunjungannya  ke Indonesia ditujukan untuk memperkuat hubungan bilateral  antara  kedua negara.  Menurut  Don Pramudwinai, pihaknya  merasa senang bisa melakukan kerjasama dengan Indonesia dengan mempertimbangkan panjangnya sejarah kebersamaan antara kedua negara. Ia berharap di masa depan Thailand bisa bekerja sama dengan Indonesia lebih erat lagi dan memberikan  manfaat bagi kedua negara.  

Business Address

Jl. Merdeka Barat, 4-5, 4th Floor,

Jakarta, 10110.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990